Desa Adat Kota Denpasar Gandeng PKHI untuk Trauma Healing Pasca Banjir

Desa Adat Kota Denpasar Gandeng PKHI untuk Trauma Healing Pasca Banjir

Pasca banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Denpasar, Desa Adat Kota Denpasar menggelar kegiatan trauma healing dengan pendekatan hipnoterapi. Program ini bekerja sama dengan Perkumpulan Komunitas Hipnotis Indonesia (PKHI) sebagai upaya membantu pemulihan psikologis masyarakat terdampak. Bendesa Adat Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Alit Wirakesuma, menyampaikan bahwa seluruh banjar adat telah diberi informasi agar warga yang mengalami trauma dapat mengikuti kegiatan tersebut.
Pendekatan hipnoterapi dipilih karena dinilai efektif dalam mengelola stres dan memulihkan kondisi mental pascabencana. Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari anggota Komisi IX DPR RI, Tutik Kusuma Wardani, yang menyoroti tingginya tingkat stres dan depresi di wilayah perkotaan, termasuk di Bali. Ia menilai kolaborasi ini sebagai langkah tepat untuk membantu masyarakat mengatasi tekanan mental sekaligus mencegah dampak negatif seperti gangguan kesehatan mental yang lebih serius.
Grand Master Lan Ananda selaku Ketua DPD PKHI Bali menjelaskan bahwa praktik hipnosis sebenarnya telah lama dikenal dalam budaya Bali melalui berbagai ritual penyembuhan tradisional. Pelaksanaan kegiatan di area setra (kuburan) juga memiliki makna filosofis sebagai tempat penyucian diri dari energi negatif. Program ini menjadi langkah awal kolaborasi antara Desa Adat dan PKHI dalam menggabungkan kearifan lokal dengan pendekatan ilmiah untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat secara mental.

Punya Berita Terkini?

Ingin membagikan informasi atau liputan kegiatan seputar hipnoterapi di Bali? Hubungi redaksi kami untuk mengirimkan artikel atau warta komunitas Anda.